Tuesday, April 2, 2013

5 PILAR, RUMAH TANGGA yang BERKAH

Membicarakan masalah rumah tangga sejahtera dan bahagia adalah suatu hal yang menarik, karena perasaan bahagia itu relative. Sudah menjadi dambaan setiap keluarga ingin menjadikan rumah tangga yang bahagia dan sejahtera, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Baiti Jannati (Rumah tanggaku laksana syurga bagiku)”. Apakah tanda-tanda sebuah rumah tangga yang disebut baiti jannati ? apakah seorang itu harus memiliki sebuah rumah yang besar lengkap dengan sebuah taman asri, serta harus memiliki kolam renang dirumahnya dan harus memiliki perabot rumah yang seba mahal dan lux, juga dirumahnya harus memiliki beberapa mobil mewah?. Tidak sekali lagi tidak, bukankah sering didengar isak tangis dan pertengkaran dirumah-rumah mewah! Atau kita sering mendengar hal sebaliknya yaitu canda dan tawa di gubuk-gubuk tua. Jadi jelas bahwa terciptanya sebuah rumah tangga yang sejahtera dan bahagia itu bukan dari cukupnya materi semata, akan tetapi keperluan non materi (ruhani) juga sangat berfungsi penting dalam upaya menjadikan sebuah rmah tangga yang bagaikan syurga.

Untuk mengetahui cirri-ciri rumah tangga yang bahagia, perlu kita renungkan Sabda Rasulullah SAW yang menerangkan tentang cirri-ciri tersebut. “Apabila Allah SWT menghendaki kebaikan pada sebuah rumah tangga itu, niscaya (Allah) akan memberikan kepada keluarga itu 5 ciri”.

Pertama, Keluarga itu harus memahami Agama (ISLAM) dengan benar. Bukan sekedar faham tetapi harus mampu menghayati dan menterjemahkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh Sabda Nabi SAW “Shalat itu tiang agama, barang siapa yang mendirikan shalat maka dia telah mendirikan tiang agamanya. Barang sipa yang meninggalkan shalat, maka dia telah meruntuhkan tiang agamanya.

Kita memang sering mendengar ceramah-ceramah agama dimana-mana tetapi berpa banyak diantara rumah tangga ummat islam yang sengaja meninggalkan shalat, sehingga bagaimana rumah tangga itu mendapat kebahagiaan dan kesejahteraan? Sedangkan perintah Allah SWT yang paling penting adalah SHALAT. Walaupun mereka berkata “ Rumah tanggaku adalah syurga bagiku” ketahuilah itu hanya kebahagiaan yang semu (tidak bahagia secara hakikat) sebab apabila mereka benar-benar mendirikan shalat maka shalat itu mampu membentuk manusia kepada akhlak yang mulia seperti sabar, istiqomah (teguh pendirian), disiplin, banyak bersyukur dan tabah. Apabila penghuni sebuah rumah tangga itu memiliki akhlak yang baik, tentu akan tahu mana yang hak dan yang mana kewajiban masing-masing. Maka, pilar utama untuk mendapatkan rumah tangga yang diberkahi oleh Allah SWT adalah memahami agama Islam.

Kedua, Keluarga dalam rumah tangga itu haruslah saling hormat-menghormati. Yang muda menghormati yang lebih tua, sedangkan yang tua menyayangi yang lebih muda. Sebagaimana yang sering kita dengar dalam rumah tangga harus memilki 3A, yaitu saling Asah, saling Asih dan saling Asuh. Jangan pula memiliki 3G yaitu saling Gasak, saling Gesek dan saling Gosok. Seandainya penghuni sebuah rumah tangga mampu mewujudkan konsep saling pengertian dan saling menghormati maka pilar kedua untuk mendapatkan rumah tangga yang diberkahi Allah SWT. jika terjadi kesalahpahaman diantara keluarga maka segera diselesaikan dan sama-sama menyadari dimana letak kesalahannya, kemudian untuk sama-sama memperbaiki diri.

Ketiga, Keluarga harus mencari rezeki yang halal dan berkah. Dalam mencari rezeki, sebuah rumah tangga yang diberkahi oleh Allah SWT itu akan bersikap Qanaah (menerima dan bersyukur atas apa yang diberikan oleh Allah SWT). Ia tidak bersikap tamak atau serakah, karena ia yakin benar bahwa kewajiban seorang hamba adalah berusaha. Berapa hasilnya Allah yang menentukannya. Sebagaimana firman Allah SWT: “Tidak satupun yang melata dibumi ini, melainkan Allah telah menentukan rezekinya.” (QS Hud[11]: 6). Kewajiban seorang hamba hanya berusaha dan berdo’a. soal berapa hasilnya hendaklah bersikap Qanaah dan diterima dengan rasa syukur. Jika sikap Qanaah ini dapat diwujudkan dalam sebuah rumah tangga , artinya pilar ketiga sebuah rumah tangga yang diberkahahi Allah SWT telah dimiliki.

Keempat, Keluarga itu menanamkan pola hidup sederhana. Inilah ciri-ciri sebuah rumah tangga yang diridhai Allah SWT. Sederhana yang dimaksud adalah dalam menafkahkan hartanya tidak boros, apalagi sampai mubadzir dan tidak pula bersikap kikir. Karena dua sikap ini (baca: boros dan kikir) adalah sifat tercela dalam islam. Jadi dalam menafkahkan harta itu hendaklah ditinjau dahulu kegunaannya dan pemanfaatannya.

Kelima, Keluarga itu saling menyadari dan menyikapi kesalahan masing-masing dan saling member dan menerima nasehat, saling maaf-memaafkan dan yang lebih penting selalu bertaubat kepada Allah SWT. Inilah pilar terakhir dalam upaya mencapai sebuah rumah tangga yang diberkahi oleh Allah SWT. bukankah tidak ada gading yang tak retak, tiada bumi yang tidak tertimpa hujan, tidak ada laut yang tidak bergelombang dan tidak ada manusia yang berdosa.

Bahkan Nabi Muhammad SAW telah bersabda: “semua manusia pernah berbuat kesalahan, namun sebaik-baik manusia adalah manusia yang selalu bertaubat dari kesalahannya. Seandainya 5 (lima) pilar ini dapat terwujud didalam rumah tangga, maka insyaAllah rumah tangga kita adalah rumah tangga yang diberkahi dan di ridahai oleh Allah SWT. .Oleh H. Muhammad Yaqub Hasbullah Lc.

0 comments:

Post a Comment