Tuesday, April 2, 2013

SILATURRAHIM Bagian. 1

SILATURRAHMI adalah sebuah kata yang difahami sebagai ikatan persaudaraan antara seseorang dengan yang lainnya atau hubungan baik yang terjalin baik sesama karib kerabat dan keluarga maupun kepada semua manusia. Betapa pentingnya silaturrahmi itu sehingga kata itu dikaitkan dengan nama Allah yaitu ar-Rahiim yang berarti maha penyayang. Terkaitnya nama Allah tersebut hampir saja hilang ketika sebutan yang sebenarnya adalah “ Silaturrahiim “ berubah menjadi silaturrahmi yang bisa diasosiasikan pada kata rahmat yaitu silaturrahmat. Perlu diluruskan kembali bahwa bukan silaturrahmi tetapi silaturrahiim. Betapa silaturramim itu juga sangat sacral sehingga Allah bersumpah bahwa Aku adalah ar-Rahman dan engkau adalah ar-Rahim, Aku akan memutuskan hubungan kepada orang yang memutuskanmu dan Aku akan menyambungkan rahmatku kepada orang yang menghubungimu.

Pada suatu ketika, seorang Badui menghadang Rasulullah SAW dan memegang kendali untanya lalu berkata ; yaa Rasulallah beritahukan kepadaku apa yang dapat menyampaikan aku ke surga dan menjauhkan aku dari neraka ? Nabi SAW menjawab ; menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, mendirikan sholat dan mengeluarkan zakat dan mengubungi famili ( silaturrahim ). Dalam kesempatan lain Rasulullah SAW bersabda ; tidak ada perbuatan hasanah yang lebih cepat pahalanya daripada silaturrahim dan tiada dosa yang layak disegerakan pembalasannya di dunia sekarang ini disamping siksanya kelak seperti putus famili dan berlaku dzalim ( aniaya ).

Abu Laits as-Samarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Abi Aufa RA berkata ; Pada suatu sore hari arafah, kami duduk bersama Nnabi SAW tiba-tiba Nabi SAW bersabda ; jangan duduk bersama kami siapa-siapa yang memutuskan hubungan famili supaya bangun dari tengah-tengah kami. Maka tidak ada seorangpun kecuali seorang yang berdiri dibelakang, tetapi tidak lama ia duduk kembali, maka ditanya oleh Nabi SAW ; mengapakah engkau sebab tidak ada orang yang berdiri kecuali engkau ? Orang itu menjawab ; ya Rasulallah ketika saya mendengar sabdamu itu, segera saya pergi kerumah bibiku yang memutuskan hubungan dengan aku, lalu dia tanya ; mengapa engkau datang, ganjil sekali kedatanganmu ini ? Maka saya beritahu apa yang saya dengar daripadamu, maka ia membaca istighfar untukku dan aku membaca istighfar untuknya, sebab rahmat tidak akan turun pada suatu kaum jika ada diantara mereka seorang yang memutuskan hubungan famili.

Peristiwa diatas sebagai dalil bahwa memutuskan hubungan famili itu dosa besar, sebab dapat menolak rahmat baginya dan rahmat bagi kawan-kawan yang duduk bersamanya sehingga Rasulullah SAW menyuruhnya menjauh dari majlisnya. Karena itu maka kewajiban tiap muslim harus tobat dari pemboikotan ( pemutusan ) terhadap famili dan beristighfar minta ampun kepada Allah dan segera menghubungi famili untuk mencari rahmat Allah dan menjauhkan diri dari rahmat Allah. Ada tiga macam akhlak orang yang ahli surga, tidak terdapat kecuali orang yang baik budi dan pemurah hati yatiu : 1. Berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepadanya 2. Memaafkan orang yang berbuat dzalim kepadanya 3. Dan loman kepada orang yang bakhil kepadaanya.

Ada seorang datang kepada Nabi SAW dan berkata ; saya mempunyai famili yang saya hubungi tetapi mereka memutuskan hubungan kepadaku, saya baik kepada mereka tetapi mereka dzalim kepadaku, dan saya membantu dan menolong mereka tetapi mereka berbuat jahat kepadaku. Apakah bolah saya membalas dengan perbuatan yang sama seperti yang mereka lakukan kepadaku ? Nabi SAW menjawab ; Tidak ! Sebab jika kamu membalas mereka, maka kamupun sama dengan mereka, tetapi engkau hendaklah mengambil cara yang lebih baik dan tetap menghubungi mereka maka engkau akan selalu mendapat bantuan dari Allah selama engkau berbuat sedemikian.

Sesungguhnya seseorang itu adakalanya menyambung familinya padahal umurnya hanya tinggal tiga hari tiba-tiba Allah menambah umurnya hingga tiga puluh tahun. Dan adakalanya seseorang memutuskan hubungan famili sedang umurnya masih tersisa tiga puluh tahun, maka dipotong oleh Allah menjadi tiga hari saja. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi SAW ; barang siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan dimurahkan rezekinya hendaklah ia bersilaturrahim.

Sabda Nabi SAW ini bisa dibuktikan kebenarannya bagaimana manfaat silaturrahmi, misalnya ada dua orang yang pernah bertemu di Batam dalam sebuah masjid bersempena dengan peringatan hari besar Islam. Kedua orang itu duduk bersebelahan mendengar ceramah agama sambil berbincang dan berdiskusi akan materi yang tegah disampaikan oleh ustadz didepan majlis. Latar belakang daerah keduanya berbeda, berikut bahasa dll. Setelah majlis itu selesai keduanya lalu berpisah. Lama sudah kedua orang itu tak bertemu lagi. Tetapi keberkatan dari silaturrahmi singkat diantara keduanya di Masjid pada acara hari besar Islam itu memberi kesan, tatkala keduanya bertemu di Bandara London.

Si A kebetulan sudah lama di kota London sedangkan si B baru sampai dikota itu. Tentu nya sebagai orang baru dengan kekurangan disana sini pasti saja kikuk ketika berada ditempat asing dengan budaya dan miliw yang asing pula. Dalam situasi demikian muncullah si A yang kebetulan datang ke Bandara London untuk sesuatu urusan. Sekilas terpandang kedua-duanya lalu semakin mendekat dan saling bersalaman sambil menceritakan perkenalan keduanya pada waktu lalu di sebuah Masjid di Batam, berikut hal-hal lain yang terasa tidak cukup kalau si A tidak mengajak si B ke sebuah Café terdekat. Maka keduanya semakin akrab di Café itu sembari minum dan pembicaraanpun semakin jauh hingga si A menanyakan tujuan si B ke London.

Si B menceritakan tujuannya ke London dengan berbagai masalah yang dihadapi dari kesulitan mendapatkan penginapan yang lebih irit dikota megapolitan seperi London juga termasuk kesulitan mendapatkan kerjaan ketika agensi yang menanggung segala kostnya tidak diketahui kemana rimbanya. Mendengar itu si A lalu menawarkan untuk bersama menginap dengannya ditempat kostnya dalam berapapun lamanya asal si A tidak keberatan. Tawaran si A itu diterima oleh si B dengan penuh syukur dan terimaksih, lalu keduanya berangkat menuju ketempat kostnya si A. Hari berganti minggu, bahkan hampir masuk sebulan urusan si B belum menemui hasil terang, sehingga si A sekali lagi menawarkan kepada si B agar sudi bekerja diagensi dimana dia bekerja. Si B sekali lagi diuntungkan oleh kebaikan si A, dia menerima tawaran si A itu dengan segala senang hati.

Maka bekerjalah si B bersama si A pada satu agensi sementara keduanya terus bersama dalam sebuah penginapan. Kebiasaan yang diterapkan dalam agensi tempat mereka bekerja bahwa apabila seseorang mendatangkan seorang pekerja baru maka dia akan dinakkan gajinya oleh agensi tersebut sebesar 10 %. Maka sejak masuknya si B atas jasa si A itu maka si A dinaikkan gajinya oleh agensi itu dan hubungan diantara keduanya semakin akrab adanya. Ketika bersendirin dulu si A sering menemui kesulitan apabila ada hal-hal darurat semaisal sakit dll, tapi sekarang kekurangan itu bisa ditutupi karena adanya si B. Demikian sebaliknya. Bahkan dari hubungan silaturrahmi yang telah terjalin diantara keduanya itu andaikan diilustrasikan maka akan panjang ceritanya, tetapi sedikit tidaknya bisa dijadikan gambaran betapa benar Nabi SAW dalam sabdanya diatas.

Bahwa dengan silaturrahmi maka Allah akan memanjangkan umur dan melapangkan rezeki seseorang sebagaimana yang dialami oleh si A dan si B dalam ilustrasi ini. Si B mendapatkan rezeki lewat silaturrahmi dengan si A, demikian juga si A mendapatkan rezeki dengan kehadiran si B. Dia dinakkan gajinya oleh pihak agensi. Sementara sakit dan musibah lainnya yang bisa membawa kepada kesengsaraan bisa dikurangi dimana telah ada kawan yang bisa menolong. Dilain hal tidak disadari bahwa bila bersendirin besar kemungkinan segala bahaya bisa lebih banyak terjadi, apakah itu kemalingan, ataukah perampokan yang bisa menyebabkan umur hanya sebatas hari nahas itu. Manfaat silaturrahmi bisa disaksikan pada ilustrasi dari pertemuan antara si A dan si B diatas.

Tetapi sebaliknya apa yang terjadi andaikan si A dan si B adalah dua orang yang saling boikot ( memutuskan silaturrahmi ) ketika berada di Batam ? Jangankan di London di Batampun sudah bisa dibayangkan bagaimana kesempitan rezeki dan kependekan umur diantara keduanya. Ambil saja contoh apabila si A dan si B sedang bertikai sampai memutuskan silaturrahmi, maka pada hari-hari sesudah itu penuh dengan iri dengki, dendam kesumat itu sudah pasti. Kalau tidak begitu ya..sudah tentu keduanya sudah akur. Maka si A berusaha agar rezeki yang ada pada si B segera hilang, kalau lambat hilangnya maka dia akan melakukan sabotase biar segera hilangnya.

Maka si A lalu melakukan sabotase dengan membakar toko barang kepunyaan si B. Tetapi nahas yang terjadi, walaupun si A berusaha dengan cara yang sangat tersembunyi dan rahasia tetapi ketika akan memulai aksinya itu dia tertangkap oleh si B yang ketika itu sedang berjaga. Setelah menyiram bensin kedinding toko si B dan akan menyulut api, ternyata aksinya itu digagalkan. Si B lalu merampas korek api yang ada ditangan si A dan adu kekuatanpun terjadi. Dalam pada itu si A menggunakan senjata berupa golok sedang si B tidak ada sesuatupun hanya tangan kosong. Mengetahui demikian si B lalu berteriak meminta tolong, sambil terus mengadakan perlawanan. Orang-orangpun datang memberi bantuan, tetapi belum sempat melerai keduanya ternyata golok si A telah melukai leher si B dan robohlah si B ketika itu juga dan mati.

Peristiwa putusnya hubungan silaturrahmi diatas bisa diilustrasikan lebih panjang lagi tetapi setidaknya bisa diambil kesimpulan betapa besar mudharatnya apabila memutuskan silaturrahmi. Umur si B yang tadinya masih panjang justru mati dengan cara yang tragis, sementara si A harus mendekam dalam penjara. Sungguhpun demikian keluarga dari si B yang meninggal masih menyimpan dendam dan akan membalasnya apabila si A sudah keluar dari penjara. Wal hal beberapa tahun lamanya mereka terus menyimpan dendam dan memang terjadi ketika si A telah keluar dari penjara, ternyata adik dari si B yang meninggal itupun membunuh si A.

Ilustrasi diatas bisa dipastikan bahwa umur antara si A dan si B hanya dibedakan oleh waktu antara masa pergaduhan dan penjara. Andaikan lebih nahas lagi walaupun si B yang mendapat bacokan si A tetapi dia bisa membalas bacokan itu dan mengenai dada si A dan matilah si A ketika itu juga atau berselang dua tiga hari setelah itu, maka sudah dipastikan betapa umur keduanya lebih pendek. Selain itu bagaimana dengan rezeki ? Tentu bisa dipastikan bahwa si B yang tadinya menjadi tonggak hidup keluarganya setelah kepergiannya toko barang miliknya tidak maju lagi lantaran tidak ada yang mengaturnya, karena anak-anaknya masih kecil dan istrinya demikian sibuk merawat anak-anak yang masih kecil itu. Begitu juga dengan ihwalnya si A. Sedikit ilustrasi ini bisa memberikan kesadaran betapa silaturrahmi akan membawa pada kepanjangan umur dan kelapangan rezeki dan sebaliknya.

Bulan Ramadhan yang sebentar lagi kita akan masuk padanya dengan melaksanakan ibadah puasa. Demi menjaga agar amal ibadah kita tidak rusak oleh akhlak yang jelek maka kita hendaklah menyambung silaturrahim. Bukan hanya sesudah puasa dalam meriah rayakan hari raya Idul fithri tetapi sebelum memasuki puasa kita harus steril dari sindrom memutuskan silaturrahmi sebagaimana sabda Nabi SAW “ Pada hari pertama dalam bulan Ramadhan Allah akan mengampuni dosa-dosa seorang muslim, kecuali tiga orang yang pertama ; Orang yang selalu minum arak dan belum bertobat, yang kedua ; orang yang durhaka kepada kedua orang tua dan yang ketiga ; orang yang memutuskan silaturrahmi “. Semoga kita memaknai silaturrahmi dan memasuki bulan suci Ramadhan dengan kesucian lahir batin. Amin – Wallahu A’lam.

0 comments:

Post a Comment