Friday, February 28, 2014

USIA KITA

Selagi masih diawal tahun 2014 mari sama-sama kita menengok kembali perjalanan hidup kita selama tahun 2013 yang lalu sembari menatap kedepan menyusun langkah perjalanan, meniti usia yang tidak bisa dipastikan oleh apa dan siapapun kecuali hanya Allah yang mengetahui sampai kapan dan sampai dimanakah batas usia kita. MIHRAB kita pada edisi ini sengaja menggugah kita untuk lebih prihatin pada perjalanan usia atau bisa di istilahkan dengan kecerdasan usia sekaligus manajemen waktu bagi kita sekalian. Allah swt berfirman dalam QS. al-An’aam : 2, “Dialah Allah (Tuhan) yang telah menjadikan kamu dari tanah kemudian Dia pulalah yang menentukan ajalnya, dan Dia pula yang menentukan (untung nasib) kamu, tetapi kamu tetap ragu-ragu”. Masih banyak lagi ayat-ayat al-Qur’an yang membicarakan tentang usia, dalam hal hidup dan mati, yang walaupun hanya satu ayat ini kiranya cukup bagi kita untuk memaknainya sebagai mau’idzatul hasanah. Para ulama dan para medis dalam hal ini telah membagi beberapa fase atau tahap usia manusia yaitu masa kanak-kanak, masa remaja, masa akil baligh, masa dewasa, masa dewasa sempurna, masa pertengahan umur, masa setengah tua, masa menurun, masa tua, dan masa tua bangka.

Yang pertama masa kanak-kanak. Masa kanak-kanak dimulai sejak manusia dilahirkan sampai usia tujuh tahun. Pada masa ini setelah usia 40 hari manusia disamping mempunyai kepandaian menangis juga sudah bisa melihat dan tersenyum. Pada usia 6 bulan sudah memberi isyarat-isyarat yang membayangkan kemauan. Pada usia 7 bulansampai 1 tahun sudah mulai tumbuh gigi. Pada pertengahan tahun ke 2 mulai berlatih berdiri dan merangkak lalu berjalan. Pada tahun ke 3 timbul keinginan dan kehendak, dan dalam tahun ke 4 mulai tumbuh ingatan. Tahun ke 5 mulai dapat menilai sesuatu yang dia lihat dan dengar. Ada yang dia sukai dan dia benci, ada yang dia dekati dan ada yang dia jauhi. Tahun ke 6 dan ke 7 dia lebih maju dalam segala hal, baik dari segi akal atau pertumbuhan jasmaninya, tampa kuat dan gagah. Dalam proses ini semuanya seratus persen ditentukan oleh Allah swt, tidak seorang ahlipun yang mencampuri pertumbuhan manusia pada fase ini, sekaligus menunjukkan kekuasaan Allah maha halus dan bijaksana. Walaupun manusia itu terbentuk oleh lingkungan dll, tetapi pada masa ini kecerdasan, kesehatan fisik dll semuanya merupakan rahmat dari Allah, sehingga anak seorang dokterpun pasti sakit dll semuanya atas kehendak Allah swt.

Yang kedua masa remaja yang dimulai dari 8 – 14 tahun. Masa dimana seorang anak tak pernah tinggal diam, selalu bergerak, berdiri, berjalan, tidur bangun dll. timbul semangat ingin menang dalam segala hal, semangat ingin lebih dari orang lain. pada fase ini apabila mendapat bimbingan dari orang tua, guru dll jika baik maka baiklah anak itu dan sebaliknya bila mendapat bimbingan yang tidak baik maka tidak baiklah yang terjadi. Pada fase inilah lebih menjurus kepada apa yang disabdakan oleh Nabi saw bahwa orang tuanyalah yang meyahudikan, menashranikan atau memajusikan anak itu. hal ini kurang diperhatikan oleh kebanyakan dari para ibu bapak (orang tua) dari anak itu. Bey arifin dalam “Mengenal Tuhan” menyebut banyak orang tua yang tidak perduli memasukkan anak-anaknya ke sekolah Kristen dengan tujuan bahwa di sekolah Kristen lebih baik mutunya. Padahal sangat fatal akibatnya pada anak.
Yang ketiga masa akil baligh, dimulai dari usia 15 – 21 tahun. Pada fase ini telah sempurnahlah pertumbuhan jasmani dan rohani anak. Boleh disebut masa yang penuh angan-angan, fantasi dan cita-cita, penuh khayal dan tipuan. Tabiat yang menonjol pada masa ini adalah sifat memntingkan diri sendiri, kurang perhitungan dan pertimbangan, sukar diatur dan mau bebas dalam segala hal. Pada masa ini juga seseorang sangat tertarik pada hal-hal yang baik dan tidak baik, suka meniru-niru perbuatan yang baik maupun yang buruk. Pada masa ini hendaklah setiap anak dijaga dengan baik oleh orang tuanya, perlu mendapatkan didikan dan nasehat, jangan sekali-kali orang tua dan guru merasa bosan memberikan nasehat dan didikan agar mereka terhindar dari hal-hal yang buruk. Bersamaan dengan ini perintah agama telah terbeban pada seorang anak maka pesan Allah dalam QS. Lukman ayat 12 – 19 hendaklah ditanamkan. Yaitu Tauhid (percaya kepada Allah), mensyukuri nikmat Allah, membersihkan diri dari syirik, patuh taat dan sopan serta berterimakasih kepada kedua orang tua, meyakini ada tanggung jawab dosa dan pahala di sisi Allah, mendirikan shalat berbuat kebajikan dan menghindari kemungkaran, bersabar atas musibah, ramah dalam pergaulan dan tidak sombong, dan merendahkan suara ketika berbicara.

Yang ke empat masa dewasa dari usia 21 – 26. Masa dimana manusia sangat diombang ambingkan oleh syahwat yang menggelora. Masa ini banyak orang yang dirundung cinta asmara, rindu dendam, asyik dan ma’syuk. Masa ini bisa disebut telah sempurna jasmani dan rohaninya, karenanya walaupun ditegah terpaan syahwat yang menggelora tetapi seseorang masih punya pertimbangan menjaga nama baik orang tua, keluarga dan agama. Masa ini juga disebut sebagai masa yang paling pas bagi seseorang untuk menikah (berumah tangga) karena dihawatirkan terjerumus dalam perbuatan zina.

Yang ke lima masa dewasa sempurna dari usia 27 – 35. Masa dimana pertumbuhan jasmani mencapai tingkat kesempurnaan dan terkuat dan pertumbuhan rohani tiba dipuncak kegiatannya. Akal dan pikiran seakan-akan terbuka , sehingga dia menjadi terang dan jelas tidak ragu-ragu membuat keputusan. Dia merencanakan sesuatu untuk diri dan keluarga juga Negara dan agama. Oleh karena itu tidak jemu-jemu untuk mende-ngar dan mencari hal-hal yang menambah pengetahuannya.

Yang ke enam masa pertengahan dari usia 36 – 40. Dimasa inilah hati manusia menjadi tetap. Dimasa inilah para Nabi dan rasul diutus oleh Allah. dimasa inilah seorang sarjana menciptakan sesuatu yang baru dan berguna bagi orang banyak. Dimasa ini juga orang ingin menjadi orang yang berguna, berjasa dalam masyarakat dan Negara. Orang banyak berkorban untuk orang lain pada masa ini.

Yang ke tujuh masa setengah tua dari usia 41 – 50. dimasa ini seakan-akan orang sudah bosan terhadap benda dan sudah tidak mau disebut muda lagi. Orang mulai meninggalkan perkara-perkara yang tidak berguna, walaupun tidak membahayakan dirinya tetapi dia lebih selektif untuk yang lebih berguna. Pada usia ini juga menjadi pertenda bahwa seseorang itu menjadi baik atau buruk. Kalau dia bisa berubah dari buruk menjadi baik maka jadi baiklah ia dan sebaliknya tetapi kalau tidak berubah maka buruklah yang terjadi sampai akhirnya.

Yang ke delapan masa menurun dari usia 51 – 65. pada masa ini segala kekuatan mulai menurun , rambut menjadi putih, gigi berguguran, tulang belulang menjadi lemas, nafas dan paru sering sesak, darah atau jantung sering terganggu, masa yang boleh disebut mendekati liang kubur. Pikirannya seratus persen sudah mengarah pada persiapan mati. Orang yang kosong persiapan amal akan mengalami kegelisahan yang tak terbayangkan, gelisah menghadapi maut dan apa yang terjadi sesudah mati itu. Tetapi orang yang telah bersiap amalannya maka dia nampak tenang, semakin yakin untuk menghadapi maut itu.

Yang ke sembilan masa tua yaitu dari usia 65 – 75. Pada usia ini penuh dengan penderitaan dan keluhan, sebab seluruh bagian badan sudah lemah dan merasa sakit. Orang yang kurang tabah akan mengalami penderitaan batin yang sangat payah. Yang paling beruntung yaitu orang pada usia ini mempunyai anak cucu yang pandai membalas jasa. Tapi kalau tidak begitulah anak cucunya, maka semakin menambah penderitaan.

Dan Yang terakhir ke sepuluh masa tua bangka yaitu dari usia 75 keatas. Pada masa ini bukan hanya seluruh badan yang lemas tetapi mata tak bisa melihat, telinga tak bisa mendengar, badan terhampar di tempat tidur menunggu belas kasihan, perawatan dari anak cucu. Bila tidak ada anak cucu maka sering usia seperti ini menjadi tanggung jawab Negara dan masyarakat seperti rumah lansia, panti jompo dll. Di kutip dari “Mengenal Tuhan” karya Bey Arifin. Demikian… wallahu a’lam.

0 comments:

Post a Comment